Welcome

Selamat Datang

Selamat Datang Di "My First Blog"

Terima Kasih

Selasa, 23 Juni 2009

Kala beranjak dewas
Kumulai bersekolah
Demi masa depan
Kutuntut ilmu ke pulau sebrang

Betapa banyak ilmu
Yang kudapat
Berkat adanya sekolah
yang kuharapkan

Terima kasih ya Tuhan
T'lah memberi rizki
Pada orang tuaku
Hingga aku dapat bersekolah

Oh Tuhanku.....
Engkau mengabulkan Do'a ku

Aku sayang ibu
Senyum Ibu membuat damai jiwaku
Senyum Ibu membuat tentram hatiku

Ibu adalah sosok Idolaku
Hanya hal yang baik & lucu
Yang slalu kuceritakan

Agar aku bisa melihat
Senyum Ibu setiap saat

Pagi hari yang begitu cerah
Langit yang begitu indah
Tat kal tiba-tiba terdengar
suara yang keras

Terdengar banyak orang berteriak
Terluka oleh puing-puing kaca yang pecah
Meminta pertolongan untuk menyelamatkan jiwa

Terkenang saat peristiwa yang dahulu
Tragedi kembali terjadi
Banyak korban yang meninggal dunia
di gedung mewah itu

Kini Indonesia menagis lagi
Bisakah Indonesia damai kembali?
Bisakah terorisme tidak mengganggu
Indonesia lagi?

Kini hanya satu kalimat
Yang bisa Indonesia ucapkan
Yaitu "Damai Negriku"

Damailah Negriku ini
Damailah Tanah Airku ini
Hapuskan kejahatan di negeri ini
Juga hilangakan terorisme di Negeri ini

Jumat, 05 Juni 2009

Pada suatu hari Si Otong datang ke rumah seorang cewek cantik, lalu terjadilah percakapan dibawah ini:
Si Otong : "Alo sayank... gue boleh masuk kan? "
Ceweq(ce): "Boleh boleh aja."
Si Otong : "sayank, kita ke kamar yuk! "
ce : "(berpikir)ehm... yuk setelah di kamar... "
Si Otong : "boleh kunci pintu kan? "
ce : "bolehhhhh "
Si Otong : "kalo tutup jendela juga boleh kan? "
ce : "boleh "
Si Otong : "kita naik ke tempat tidur yuk "
ce : "(berpikir) yuk "
Si Otong : "tutup selimutnya ya "
ce : "(berpikir: akhirnya dia mau melakukannya juga) tutup saja". katanya sambil senyum senyum.
Si Otong : "eh liat dech JAM GUE BISA NYALA!!!"

Seorang tua penduduk di pinggiran Los Palos, Timor Timur, bernama Manuel sedang sakit berat. Ia tengah berbaring di ranjang kayunya. Tiba-tiba terdengar ketukan keras pada pintu luar.
“Siapa itu yang di luar?,” teriak Manuel dengan ketakutan.
“Saya Malaikat Maut!”
“Oh, syukurlah. Saya kira yang datang anggota ABRI.”

;;

Template by:
Free Blog Templates