Selasa, 19 Mei 2009
Di pagi yang cerah, “hai, may berangkat bareng yuk!” kataku. “kenapa enggak kamu kan sahabatku” May pun menjawab dan tersenyum padaku. Kami pun berangkat kesekolah bersama,sepanjang perjalanan kami berbincang-bincang dan juga bercanda bersama.
Sesampainya di sekolah kami pun menuju kekelas . “Btw pr matem udah belum May”. “ya udah dong Fi, kamu sendiri udah belum?”. “he..he.. no 4 nih belum, gimana sih caranya ?”. “ya, aku kasih tau deh caranya tapi kalau jawabannya no way!! He..he..”.
Bel masuk pun berbunyi dan jam pelajaran pun di mulai. “Assalamu’alaikum anak-anak” sapa Bu guru. “Walaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh” jawab anak-anak sekelas. “baik anak-anak sekarang kalian kumpulkan pr kalian, apa ada yang tidak mengerjakan? Kalau ada ayo kedepan!” Tanya bu guru. “tidak ada bu” jawab anak-anak sekelas.
Jam-jam pun berlalu dan bel istirahat pun berbunyi. “ke kantin yuk, lapar nih!?” kata May. “ayo “ jawabku. Tetapi ketika kami akan pergi kekantin Bu guru memanggil kami, “May, Fina tolong ibu sebentar ya, tolong kalian bawakan buku tugas ini ke ruangan ibu ya!” kata Bu guru. “baik bu” sahut kami berdua.
Beberapa jam kemudian bel pulang pun berbunyi, dan kami pun lekas pulang ke rumah. Aku dan May pulang bersama ketika sampai di gang rumahku aku dan May pun berpisah. “sampai besok ya” kataku pada May, May pun hanya mengangguk saja. Sesampainya di rumah aku menulis di diary , karena ini sudah menjadi rutinitas ku sehari-hari.
10/11/2004
Dear diary aku seneng banget punya sahabat seperti May karena dia aku enggak merasa sepi, semoga persahabatan ini akan terus terjalin hingga kami sampai tua, dan menjadi bestfriend forever.
Keesokan harinya seperti biasa aku pergi ke sekolah besama May, dan ternyata pada hari itu di kelasku kedatangan seorang murid baru laki-laki yang bernama Riko , Riko itu anaknya lumayan cakep dan ketika masuk kekelas semua anak sekelas menatap melihatnya. Riko pun memperkenalkan dirinya, saat itu aku melihat May berbeda saat melihat Riko seperti orang yang sedang jatuh cinta, aku pun bertanya pada May, “May kamu suka ya sama Riko ? ayo ngaku!! Tenang aja aku dukung kok !?”, “ya sich aku suka sama dia” ungkap May, “cie..cie.. ada yang lagi jatuh cinta nih ye!!”, goda aku.
Hari-hari pun mulai berlalu May pun mulai dekat dengan Riko, dan aku pun mulai merasakan perubahan yang sangat terlihat pada diri May. Karena dari situ aku merasa May sekarang sudah Enggak berangkat kesekolah bersamaku lagi, karena sekarang May sering di antar jemput sama Riko. Aku pun bertanya-tanya kenapa sikap May seperti ini?.
Hari berikutnya, “May berangkat bareng yuk?!”, “sorry Fin, hari ini aku udah janjian sama riko, sorry banget ya??”, “owh ya udah kalau gitu aku berangkat duluan ya”. Ketika di sekolah pada jam istirahat “May mau ke kantin? Bareng yuk”. “gimana ya Fin aku udah janjian sama Riko mau kekantin bareng”. “owh..”.
Pulang sekolah sesampainya di rumah aku curhat pada diary ku…
20/02/2005
Diary kamu tau gak sekarang May udah gak mau lagi bareng sama aku lagi, sejak dia dekat sama Riko, apa May sama Riko udah jadian ya. Tapi kalau May jadian sama si Riko pasti dia cerita sama aku kenapa ini enggak, apa May udah Enggak menganggap aku lagi sebagai sahabatnya, kalau itu terjadi aku pasti akan merasa sedih sekali, oke deh kalau gitu aku bakalan tanya sama May, sebenarnya ada hubungan apa antara May dan Riko.
Disekolah, “May aku mau nanya sesuatu nih sama kamu” tanyaku, “nanya apa sih? pr? nanti aja ya aku lagi sibuk nih” jawab May sambil mencari-cari Riko. “sibuk apa? Nyariin Riko? Sebenarnya kamu sama Riko ada hubungan apa sih??” Tanya ku, “oh ya aku belum cerita sama kamu ya kalau aku sama Riko udah jadian nih” jawab May, “udah lama jadian?”, “ya lumayan sih udah hampir satu bulan lah”, “May kok kamu enngak pernah cerita sih sama aku? dan sekarang tuh aku merasa kamu itu udah jauh sama aku semenjak kamu dekat sama Riko, kita udah Enggak berangkat bareng lagi, ngerjain tugas bersama, ngobrol pun jarang, kenapa kamu bisa berubah sih May” ungkap ku, “aku enggak merasa berubah kok itu cuman perasaan kamu aja kali!, eh udah ya Riko udah datang nih, bye…”. “May tunggu, tunggu dulu…, kamu Enggak tau perasaan aku May, kamu sekarang beda banget sama May yang aku kenal dulu, aku sedih banget”, disitu aku pun menangis.
10/03/2005
Diary ternyata dugaanku selama ini benar. Aku kecewa, kecewa banget sama sikap May itu, aku benar-benar gak nyangka May bisa berubah seperti itu, apakah keinginanku agar bisa selalu menjadi best friend forever sama May itu akan hilang begitu saja.
Minggu berikutnya di sekolah, aku melihat May dan Riko bercanda, tawa bersama, ketika di kelas pun May malah sibuk smsan sama Riko aku pun serasa dianggap Enggak ada menurutnya, hingga sekarang pun persahabatan ku dengan May sudah sangat renggang, di situ aku berfikir dan berencana akan pindah sekolah keluar kota agar aku tidak dihantui perasaan kecewa ini terhadap diri May.
Aku pun menceritakan keinginan ku untuk pindah sekolah ke luar kota orang tua ku pun bertanya-tanya kenapa aku ingin pindah sekolah, keluar kota lagi. Tapi aku tidak bercerita tentang persahabatan ku yang sudah hampir putus dengan May, tapi aku bercerita kalau aku sudah tidak betah bersekolah di sekolah tersebut. Orang tua ku pun mengijinkanku untuk berpindah sekolah.
Esoknya aku dan papa ku pergi ke sekolah untuk mengurus perpindahanku, sebelum pulang aku pergi dulu ke kelasku dan aku menitipkan sebuah surat kepada teman sekelasku untuk diberikan kepada May, setelah aku berikan, aku pun pulang dengan rasa sedih yang mendalam dihati ini. May pun membaca surat yang aku berikan kepadanya.
To my best friend May
Enggak kerasa ya persahabatan kita sudah terjalin lumayan lama sejak kita kelas 3 SMP, hingga kelas 2 SMA ini. Aku seneng banget bisa mempunyai sahabat sepertimu May, tapi kenapa akhir-akhir ini aku, kamu diamkan. Canda, obrolan, dan tawa pun tidak pernah kita lakukan bersama lagi May, semenjak kamu dekat dengan Riko. Aku menyadari semua itu May, mungkin aku ini tidak pantas lagi untuk menjadi sahabatmu May. Oleh karena itu aku memutuskan untuk pindah sekolah keluar kota agar aku bisa melupakan rasa kecewa, mungkin perasaan ini yang sudah lumayan lama ingin aku ceritakan sama kamu tapi karena kamu terlalu sibuk dengan pacarmu itu aku Enggak bisa cerita sama kamu dan sekarang aku bisa bercerita sama kamu makasih banget atas persahabatannya May. Sampai jumpa….
For your best friend
FINA
“Fin kenapa kamu ninggalin aku, coba dari dulu kamu bilang pasti semuanya Enggak seperti ini, tapi mungkin ini salah ku juga sih Fin, maafin aku ya Fin aku terlalu sibuk dengan urusan ku sendiri”, May pun menangis tersedu-sedu.
Hari dimana aku akan berangkat keluar kota tiba-tiba saja May datang ke stasiun dimana aku akan berangkat. “Fin maafin aku ya, atas sikap ku selama ini sama kamu aku gak respek sama kamu karena aku terlalu sibuk sama urusan ku sendiri, aku ingin kamu jangan pergi ya Fin dan aku janji aku Enggak akan melakukan itu lagi karena sekarang aku sudah putus sama Riko” ungkap May. “putus!!?, kenapa kamu bisa putus sama Riko jangan bilang, itu semua gara-gara aku” tutur ku, “Enggak Fin, itu semua bukan gara-gara kamu aku putus sama dia karena aku baru sadar kalau persahabatan itu lebih penting, karena mencari sahabat yang baik dan pengertian itu sangat sulit Fin, kamu mau kan maafin aku dan Enggak jadi pindah sekolah. Aku pun hanya mengangguk saja. Kami pun pulang bersama. Canda, dan tawa pun menghiasi wajah kami berdua. “mulai sekarang kalau ada di antara kita yang jadiaan maka yang satunya lagi harus ngikut ya, supaya kalau kita ngedate bisa barengan dan Enggak ada yang merasa tersisihkan gimana??”. “aku setuju!!”. Kami pun tertawa bersama-sama “ha..ha..ha..”.
Hari berikutnya “Fin berangkat bareng yuk!”, “yuk!”. Sejak saat itu aku dan May bersahabat seperti dulu lagi, canda, tawa , obrolan, dan cerita pun ada bersama kami lagi.
TAMAT
Label: Cerpen


















0 komentar:
Posting Komentar